Yuk Bangkit, Yakinlah Setiap Masalah Ada Jalan



Inilah wadah tempat mencurahkan isi fikiran, selamat datang, selamat berdiskusi, selamat membaca.

Sudah lama tak pernah posting di blog ini, serasa melakukan tidur panjang. Seperti melewati dua dekade lamanya. Tangan yang kaku ingin menari, fikiran yang fakum mulai mengajak berdiskusi dengan sendirinya, mengalir seperti sungai aare. 

Tiap kata yang tersusun menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, tak ubahnya seperti orang yang dahaga, haus tak terkira. Tak dapat berhenti apalagi dihentikan. Anggaplah ingin merajut kata yang telah lama hilang. Pada akhirnya, satu kata "datang".

Memang ada saatnya, dimana orang yang hadir hilang lalu datang. Ada saatnya, dimana yang datang akan menghilang. Seperti itulah takdir memainkan waktu dan nasib seseorang. Tiada yang bisa menepis, tiada yang bisa menyangkal, terima dengan lapang dada. Seperti tulisan ini, yang telah lama hilang lalu datang.

Awalnya tak percaya, bahwa penulis akan kembali menulis. Seperti petani yang tak percaya diri akan tanamannya dapat tumbuh dan menghasilkan. Karena cukup lama dihimpit dengan banyaknya permsalahan, menjadi beban berlarut-larut.

Namun seiring berjalannya waktu dari permasalahan yang ada, penulis kini mencoba hadir percaya diri untuk menciptakan lagi satu persatu karya yang telah lama membeku dan mencoba untuk dicairkan kembali. Dengan pengalaman permasalahan yang bertubi-tubi, kini karya ini hadir untuk para penikmat bacaan saya.

Pertama, penulis ucapkan terimakasih kepada pengunjung yang setia membaca, menikamati sebuah karya tangan kecil dari penulis. Sekedar info, penulis telah lama menghilang, bukan berarti penulis tidak ingin menulis. Terlebih dahulu, penulis ingin mencari banyak asam, garam, dan manis kehidupan. Sehingga, pada saatnya penulis akan menceritakan apa yang dilihat, dirasakan, dan dijalankan. 

Hidup yang begitu singkat ini, semakin menyadarkan kita. Bahwa tubuh dan jiwa ini tak kekal. Namun, karya sebuah tulisan akan tetap dikenang dan dijadikan sebuah renungan. Baiklah, coba langsung ke inti dari pembahasan. Kali ini penulis akan mememberikan sebuah coretan tanpa makna kepada para pembaca "Bangkit, Sebesar apapun masalahmu di depanmu masih ada jalan". Karena Tuhan menciptakan sesuatunya berpasang-pasangan. 

Keluhan

Beberapa orang mengeluh dengan kekurangan sandang, pangan, dan papan. Ada yang mengeluh tentang gajinya berkurang di tahun pandemi ini. Ada yang mengeluh usahanya tidak jalan. Bahkan ada yang mengeluh sulit mendapatkan pekerjaan. 

Yang jalan kaki mengeluh ingin punya sepeda. Yang punya sepeda mengeluh ingin memiliki mobil. Yang punya mobil mengeluh ingin memiliki mobil yang lebih mahal. Pada intinya, ada yang kurang dalam hidupnya.

Gaji 500 ribu kurang, ingin memperoleh gaji 1 juta. Gaji 1 Juta ingin memperoleh 3 juta. Gaji sudah 3 juta ingin memperoleh 10 juta. Yang gaji 10 juta ingin 50 juta dan seterusnya. Dimana letak kekurangannya itu? 

Ada yang memiliki pendapatan 100 juta perhari tapi merasa belum mencapai titik kepuasannya. Dimana letak kepuasan itu berada? Sehingga, kita akan tetap merasa beryukur dengan apa yang kita dapatkan.

Ada orang yang mengeluh ingin memiliki sebuah usaha yang dapat menghasilkan uang untuknya. Setelah memulai usahanya, masih bingung bagaimana agar pendapatannya lebih besar. Karena tidak mungkin dia berusaha tapi tidak mendapatkan hasil. Pastinya ada hasil walaupun keuntungannya sedikit.

Coba apalagi permasalahan yang ada? yuk kita gali.

Orang belum memiliki pasangan, mengeluh ingin mendapatkan pasangan, ingin segera menikah. Orang yang sudah menikah, mengeluh ingin mendapatkan anak. Orang yang sudah memiliki satu anak masih mengeluh, ingin memiliki anak lagi. 

Sudah memiliki anak dan pasangan, mengeluh dengan ketidakcocokan dengan pasangannya, istri yang kurang pengertian, atau suami yang kurang memahami istrinya. Selain itu anak rewel, dan sering sakit. Ditambah tidak cocok dengan mertua.

Coba renungkan, dimana letak kesalahan dalam permasalahan di atas? yuk temukan jawabannya.

Sebelum menemukan jawabannya kita gali lagi sebuah permasalahan. Anak, pasangan, mertua, baik-baik saja. Tetangga, yang kurang baik. Ada salah paham pada tetangga. Bertetangga kurang inilah kurang itulah. Tetangga sering gosipin kita. Atau tetangga sering menjelek-jelekkan kita. 

Kenapa sih? permasalahn itu masih ada. Padahal semua sudah beres. Adakah yang bisa tidak bertemu dengan permasalahan di atas? Yuk kita tambahkan lagi permasalahan. 

Orang yang memiliki banyak hutang, mengeluh tidak bisa membayar. Padahal hutang itu kita yang buat. Hutang datang dari apa yang kita inginkan. Ingin makan, ingin minum, ingin memiliki ini dan itu. Yang seharusnya gaji atau pendapatan kita hanya cukup untuk makan, karena ingin memiliki sesuatu, akhirnya berhutang.

Atau hutang karena warisan orang tua. Hutang apalagi yang membuat Anda menjadi penakut? Hutang karena gaji atau pendapatan kita tak cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga. Padahal masih banyak aset yang bisa dijual, untuk dibuat bisnis, ada pikiran dan ide yang perlu kita tawarkan kepada orang untuk diperjualkan sehingga mendapatkan uang, ada tenaga yang bisa kita kuras untuk membantu dan memudahkan pekerjaan orang.

Apapun itu, semua ada solusi. Mungkin sebenarnya kita bukan tidak memiliki solusi. Tapi kita takut dengan solusi itu. Aset dijual takut. Selain itu, mungkin kita khawatir ketika pikiran dan ide kita dijual khawatir tak laku. Atau kita malu, menawarkan kepada orang untuk bekerja kepadanya. Karena kita terbiasa hidup mewah, atau terbiasa menjadi pemalas.

Ayo, kita bahas lebih dalam lagi. Urai sampai ke akar-akarnya. Supaya kita tak mudah mengeluh dan putus asa dengan apa yang kita hadapi di dunia ini. Atau mungkin ada sesuatu masalah di dalam konten ini belum disebutkan, bisa Anda komentar di bawah. Supaya terurai, supaya Anda sadar, bahwa hidup ini di Bumi atau Dunia, bukan Surga, apa yang kita inginkan selalu ada dan bimsalabim terwujud. Tidak teman, sadarkan diri Anda, kita masih tinggal di Dunia, di Bumi tercinta. 

Kita uraikan permsalahan satu lagi. Ada Orang yang bingung mencari sebuah pekerjaan. Setelah Ia menemukan sebuah pekerjaan. Ternyata, ada masalah dengan rekan kerja, atau bisa jadi masalah dengan bosnya. Bayangkan, dimana letak kesalahan dan permasalahan itu ada?

Rekan kerja kadang tidak baik dengan kita, kurang respect, kurang sopan, atau suka memerintah kita, bisa jadi dia belum tau siapa Anda. Bisa jadi dia kurang dekat dengan Anda. Coba dekati, ajak Ia mengobrol hati ke hati. Berikan apa yang kamu bisa beri, walaupun sepotong makanan yang kau bawa dari rumah. Apapun itu, yang tak memberatkanmu.

Begitupun masalah dengan Bos Anda, koreksi diri Anda apa yang kurang dari Anda. Wajar, Bos itu marah, Ia adalah pemilik kapal itu, Ia adalah Nahkoda, Ia berhak melakukan apapun di dalamnya. Atau bahkan membuangmu, pada saat kondisi krisis. Jika kamu tak menerima hal itu, keluar dari sana, buatlah kapal baru. Nahkodai kapal itu. Meskipun kapal itu terlihat kecil, dan membuatmu lama sampai ke tujuanmu. 

Semua baik-baik saja, rezeki, pasangan, anak, mertua yang baik, tetangga yang baik. Tapi, tubuhnya yang sedang tidak baik-baik saja. Ada yang memiliki penyakit. Namanya juga sakit, siapa sih yang menerima penyakit? Pastinya, ia juga mengeluh dengan rasa sakit. Sakit ya diobati, dicari akar penyebabnya. Jika belum sembuh, memang belum waktunya sembuh. Jika wafat karena sakit, yakin, Allah janjikan surga kepada orang yang wafat karena sakit.

Wah, itu kan sebuah permasalahan besar. Apanya yang menjadi masalah besar? meninggalkan dunia? Bukankah itu wajar, semua orang, semua makhluk hidup pasti akan merasakannya. Orang sakit, sehat, sama-sama akan menghadapi itu. Apa yang menjadi masalah? Usia? Tua? Muda? tidak ada regulasi undang-undang pencabutan nyawa bahwa usia akan mempengaruhi kita meninggal. Semua akan berhadapan dengan itu.

Baiklah, mungkin Anda masih tidak terima, jika pada akhir permasalahan ini adalah meninggal dunia. Yes, tidak masalah. Itu urusan Anda, urusan saya hanya memberikan wawasan kepada Anda. Bahwa hidup di Dunia ini dalam keadaan sadar. Bahwa kita tak kan Abadi. Mempersiapkannya adalah kewajiban kita.

Biarkan Masalah itu terjadi, jalani, kerjakan apa yang kita bisa. Komunikasikan permasalahan kita kepada Tuhan. Bisa jadi nantinya, Tuhan datangkan orang untuk menyelesaikan permasalahan kita. Ingat, jangan malu bekerja dengan orang. Jangan malu, bahwa Anda membutuhkan pertolongan orang. Semua ada masanya. Mungkin hari ini Anda sedang diuji, Tuhan bantu dengan mendatangkan orang tersebut. Bisa jadi, nantinya orang tersebut diuji dengan ujian yang lain, dan hanya Andalah yang dapat membantunya.

Mari coba lebih teliti membaca permasalahan-permasahalan yang ada di atas. Apakah ada sebuah permasalahan yang belum saya tulis secara general. Jika ada, komen di bawah ini.

Selanjutnya, coba fokus pada permasalahan di atas. Apakah ada permasalahan di atas yang tidak terselesaikan atau terlewati oleh Anda? 

Saya yakin, tidak ada permasalahan yang tidak terlewati. Semua terlewati begitu saja. Pada akhirnya, semua terasa sedang tidak terjadi apa-apa. Beginilah kehidupan. Apa yang kita takutkan, tidak selamanya semenakutkan yang kita bayangkan. Ditinggal salah satu keluarga contohnya, sedih memang, seiring berjalannya waktu, mau tidak mau kita harus menerimanya dengan lapang dada. Karena ada hidup yang harus kita jalani.


0 Response to "Yuk Bangkit, Yakinlah Setiap Masalah Ada Jalan"

Post a Comment